Jumat, 20 Juni 2014

CERMIN dan PEMANFAATANNYA



CERMIN

Pernahkah Anda bertanya, mengapa kita dapat melihat benda-benda? Ya, jawabnya karena ada cahaya dari benda ke mata kita, entah cahaya itu memang berasal dari benda tersebut, entah karena benda itu memantulkan cahaya yang datang kepadanya lalu mengenai mata kita. Jadi, gejala melihat erat kaitannya dengan keberadaan cahaya atau sinar

Ada pendapat yang mengatakan, terdapat perbedaan antara cahaya dan sinar. Cahaya berkaitan dengan gejala melihat (cahaya tampak), sedangkan istilah sinar meliputi cahaya tampak dan cahaya tak tampak seperti sinar X dan sinar gamma. Cahaya merupakan sejenis energi berbentuk gelombang elekromagnetik yang bisa dilihat dengan mata. Cahaya juga merupakan dasar ukuran meter: 1 meter adalah jarak yang dilalui cahaya melalui vakum pada 1/299,792,458 detik. Kecepatan cahaya adalah 299,792,458 meter per detik. Cahaya diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Matahari adalah sumber cahaya utama di Bumi. Tumbuhan hijau memerlukan cahaya untuk membuat makanan.
Sedangkan sinar hanya memiliki satu titik fokus. Sinar dalam optika adalah berkas sempit cahaya yang diidealkan. Sinar digunakan untuk memodelkan pemancaran cahaya melalui sebuah sistem optik, dengan membagi medan cahaya ke dalam sinar diskret (terpisah) yang kemudian dapat disebarkan melalui suatu sistem.
Dalam uraian ini, keduanya dapat digunakan untuk menyatakan maksud yang sama, yaitu meliputi cahaya tampak dan cahaya tak tampak.

Apakah Cahaya itu?
Cahaya menurut Newton (1642-1727) terdiri dari partikel-partilkel ringan berukuran sangat kecil yang dipancarkan oleh sumbernya ke segala arah dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Sementara menurut Huygens (1629-1695), cahaya adalah gelombang seperti bunyi. Perbedaan antara keduanya hanya pada frekuewensi dan panjang gelombang saja.
.
Dengan teori ini, Einstein berhasil menjelaskan peristiwa yang dikenal dengan nama efek foto listrik, yakni pemancaran elekton dari permukaan logam karena lagam tersebut di sinari cahaya.
Bagaimana Cahaya Terpantul?
Ada dua jenis pemantulan, yakni:
  • Pemantulan Biasa
Pada permukaan benda yang rata seperti cermin datar, cahaya dipantulkan membentuk suatu pola yang teratur. Sinar-sinar sejajar yang datang pada permukaan cermin dipantulkan sebagai sinar-sinar sejajar pula. Akibatnya cermin dapat membentuk bayangan benda. Pemantulan semacam ini disebut pemantulan teratur atau pemantulan biasa.
  • Pemantulan Baur
Berbeda dengan benda yang memiliki permukaan rata, pada saat cahaya mengenai suatu permukaan yang tidak rata, maka sinar-sinar sejajar yang datang pada permukaan tersebut dipantulkan tidak sebagai sinar-sinar sejajar Akibat pemantulan baur ini kita dapat melihat benda dari berbagai arah. Misalnya pada kain atau kertas yang disinari lampu sorot di dalam ruang gelap kita dapat melihat apa yang ada pada kain atau kertas tersebut dari berbagai arah. Pemantulan baur yang dilakukan oleh partikel-partikel debu di udara yang berperan dalam mengurangi kesilauan sinar matahari.

Hukum Pemantulan Cahaya
  1. sinar datang, sinar pantul dan garis normal terletak pada bidang yang sama; dan
  2. besar sudut datang (i) sama dengan besar sudut pantul (r).

Dua pernyataan di atas dikenal sebagai hukum pemantulan cahaya.
Hal yang perlu Anda pahami adalah pertama ialah bahwa proses melihat pada manusia erat kaitannya dengan gejala pemantulan cahaya. Kedua, ada dua jenis pantulan cahaya yaitu pemantulan baur dan pemantulan biasa. Pemantulan baur dihasilkan oleh permukaan pantul yang tidak rata (kasar), pemantulan baur memungkinkan kita melihat benda yang disinari dari berbagai arah, sementara pemantulan biasa menyebabkan terbentuknya bayangan benda yang hanya dapat dilihat pada arah tertentu saja. Pemantulan teratur pada permukaan yang rata seperti pada cermin. Ketiga, pada peristiwa pemantulan biasa, sinar datang, garis normal dan sinar pantul terletak pada satu bidang yang sama serta sudut datang sama dengan sudut pantul.
Ada 3 buah bentuk cermin pemantul, yaitu : cermin datar, cermin cekung dan cermin cembung.Pada ketiga cermin itu berlaku persamaan umum yang digunakan untuk menghitung jarak bayangan (s`) dari suatu benda yang terletak pada jarak tertentu (s) dari cermin itu. 
s = jarak benda 
 s’ = jarak bayangan 
f = jarak titk api (fokus)

sedang pembesarannya : 
h’ = tinggi (besar) bayangan
h = tinggi (besar) benda

a. Cermin Datar
Permukaan datar dapat dianggap permukaan sferis dengan R = ∞
Jadi, jarak titik api (focus) untuk permukaan datar ialah :
Sehingga pemakaian persamaan umum menjadi sebagai berikut : 
sedang pembesarannya : 
Sifat-sifat bayangan pada cermin datar :
1. Bayangan bersifat maya, terletak di belakang cermin bayangan tegak
2. Jarak bayangan = jarak benda
3. Tinggi benda = tinggi bayangan
4. Bayangan tegak 
   

Beberapa hal yang harus diingat tentang cermin cekung adalah:
- Titik focus di depan cermin, maka disebut cermin positif
- Sinar pantul bersifat mengumpul (konvergen)
- sifat bayangan tergantung leta

b. Cermin cembung (cermin konveks) (-) 

Beberapa hal yang harus diingat tentang cermin cembung adalah:
- Titik focus di belakang cermin, maka disebut cermin negatif
- Sinar pantul bersifat menyebar (divergen)
- sifat bayangan : diperkecil, maya, tegak 

c. Cermin gabungan 

Bila kita letakkan dua cermin, cermin I dan cermin II dengan bidang pemantulan saling berhadapan dan sumbu utamanya berimpit dan bayangan yang dibentuk oleh cermin Imerupakan benda oleh cermin II maka kita dapatkan hubungan : d = jarak antara kedua cermin 
s’1 = jarak bayangan cermin I 
s2 = jarak benda cermin

Aplikasi Optik

Mata
Salah satu alat optik alamiah yang merupakan salah satu anugerah dari Sang Pencipta adalah mata. Di dalam mata terdapat lensa kristalin yang terbuat dari bahan bening, berserat, dan kenyal. Lensa kristalin atau lensa mata berfungsi mengatur pembiasan yang disebabkan oleh cairan di depan lensa. Cairan ini dinamakanaqueous humor. Intensitas cahaya yang masuk ke mata diatur oleh pupil.

Lup
Pernahkah anda mengamati benda-benda kecil dengan kaca pembesar? Kaca pembesar tersebut dikenal dengan nama lup. (Loupe = kaca pembesar = magniflying glass). Lup banyak digunaka oleh tukang reparasi jam/arloji, pedagang intan, bahkan para ahli tekstil. Lup berupa sebuah lensa postif yang digunakan untuk melihat benda kecil supaya dapat terlihat lebih besar dan lebih jelas. Karenanya benda atau objek diletakkan di antaranya lensa dan fokusnya. Karena penglihatan mata terhalang oleh lup, maka yang terlihat oleh mata sebenarnya adalah bayangan maya dari benda.

Mikroskop
Tidak pernah jelas mengenai kapan sebenarnya mikroskop dibuat. Tidak ada catatan, tetapi perbesaran gambar yang dibentuk oleh gelas telah diketahui oleh bangsa Yunani dan Romawi sejak zaman dahulu. Anthony Van Leuwenhoek yang mula-mula menggunakan mikroskop sederhana pada bidang mikrobiologi yaitu memakai lensa sederhana berukuran diameter 270 mm. Selanjutnya dalam pemakaian mikroskop untuk memperoleh ketajaman dan pembesaran dari objek yang diamati diperlukan pengetahuan tentang metode lensa dan kombinasi lensa. Berdasarkan perkembangan IPTEK, maka mikroskop dibedakan dalam dua kelompok besar, yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.

Kamera
Kamera atau tustel adalah alat untuk memperoleh gambar suatu objek atau benda dengan bantuan cahaya dan lensa cembung. Bayangan benda atau gambar yang dihasilkan oleh lensa dibentuk pada film. Kamera yang pertama digunakan adalah kamera jenis obskura. Kamera ini berbentuk sebuah kotak tertutup yang salah satu sisinya diberi lubang kecil.
Bagian utama dari sebuah kamera antara lain lensa cembung yang dilapisi diafragma dan film. Diafragma dapat mengubah besar kecilnya lubang masuk cahaya. Jika cahaya terlalu kuat diafragma dikecilkan. Jika cahaya kurang kuat maka diafragma diperbesar. Bayangan oleh lensa terbentuk di film. Agar bayangan tepat di film, lensa dapat diatur mendekat atau menjauh dari film. Film dilapisi dengan zat kimia tertentu, jika terkena cahaya maka akan terjadi proses perubahan pada lapisan tersebut sehingga bayangan akan tercetak di lapisan kimia pada film tersebut. Setelah film dikeluarkan dan dicuci menggunakan zat kimia tertentu maka gambar akan segera terbentuk.

Teropong (Teleskop)
Teleskop dipakai untuk mengamati benda-benda yang jauh letaknya agar terlihat lebih dekat dan lebih jelas. Ada beberapa jenis teropong antara lain teropong bintang, teropong bumi, dan teropong prisma.

Proyektor
Proyektor adalah alat yang digunakan untuk menghasilkan suatu bayangan yang lebih besar dari objek aslinya pada layar. Objek tersebut berupa gambar dan tulisan. Bagian-bagian dari proyektor yakni cermin cekung, lensa cembung, lensa plankonveks, dan lensa proyektor lampu. Lensa proyektor berfungsi mengumpulkan cahaya pada layar untuk membentuk bayangan tajam, dan cermin cekung berfungsi memantulkan cahaya pada lensa agar cahaya terkumpul pada slide.

TARA KIMIA LISTRIK

Tara kimia listrik adalah sel elektrolit yang berisi larutan garam (CUSo4) dengan dialiri arus listrik searah dan sel sel akan terurai dan berkumpul pada elektroda-elektrodanya.Di dalam larutan garam AB di aliri arus listrik maka larutan garam tersebut akan terurai menjadi AB à A+ + B-.
Eloktroda elektroda yang di pakai akan di tempeli oleh ion. Yaitu ion yang bermuatan positif akan menempel pada elektroda yang bermuatan negative (katoda) dan ion yang bermuatan negative akan menempel pada elektroda yang bermuatan Positif atau anoda.Jadi dengan menimbang katoda sebelum dan sesudah percobaan maka akan di ketahui jumlah massa yang mengendap. Jumlah massa yang mengendap sebanding dengan arus yang lewat. Dan berlaku persamaan :

M = Z I t

Keterangan :
M : Jumlah massa yang di mengendap
I   :  kuat arus yang di pakai
Z :  Tara kimia listrik
T :   waktu selama proses elektrolisa

Dengan rumus di atas kita dapat menghitung tara kimia listrik. Melalui beberapa kali percobaan kita akan mendapatkan hasil yang mendekati. Semakin besar kuat arus yang di pakai seiring dengan waktu yang sama, maka semakin besar pula massa yang mengendap.

HUKUM FARADAY

Michael Faraday (1791-1867) pada tahun 1883 mengemukakan hubungan kuantitatifantara jumlah zat yang bereaksi di katoda dan anoda dengan muatan listrik total yang melewati sel, yang dikenal dengan Hukum Faraday.
Hukum Faraday I : “jumlah zat yang dihasilkan pada elektroda sebanding dengan jumlah arus yang dialirkan pada zat tersebut”.

Sabtu, 14 Juni 2014

Makalah FILSAFAT SAINS



MAKALAH FILSAFAT SAINS
PERKEMBANGAN FILSAFAT SAINS PADA JAMAN KUNO

 


Disusun oleh:

1.      I Ketut Agus Putra Dana   ( 2012 005 007 )

2.      Gusten Umbu Deta            ( 2012 005 022 )
3.      Pujiyanto                            ( 2012 005 025 )
4.      Diana Fahmi                      ( 2012 005 026 )
5.    Ika Sudarti                         ( 2012 005 036 )

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNINERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA
YOGYAKARTA
2014

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perkembangan ilmu dari masa ke masa semakin maju. Dalam hal ini perkembangan yang juga ikut berkembang adalah ilmu filsafat. Dari zaman dahulu keilmuan sudah memiliki posisi serta peranan yang penting dalam kehidupan manusia dan peradabannya. Keilmuan pun juga memiliki sejarah yang panjang dan tidak instan dalam proses pembentukannya. Membahas tentang kelahiran dan perkembangan filsafat pada awal kemunculannya tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang kemunculannya di awali pada masa Yunani Kuno. Dalam sejarahnya filsafat yunani dianggap sebagai induk dari filsafat barat, karena dunia barat (Eropa Barat) dalam pemikirannya mengacu pada Yunani.Pada masa itu ada keterangan-keterangan tentang terjadinya alam semesta dan makhluk hidup di dalamnya, akan tetapi keterangan ini berdasarkan kepercayaan ataupun mitos mitos yang memang menjadi kepercayaan bangsa Yunani masa itu. Para ahli pun merasa kurang yakin dan puas sehingga melakukan penelitian penelitian untuk mencari kebenaran.
Seringkali masalah filsafat hanya dapat dipahami jika melihat kembali tentang perkembangan sejarahnya. Ahli-ahli besar seperti Aristoteles, Thales, Plato pun hanya dapat dimengerti dari aliran-aliran yang ada sebelum mereka. Aliran yang satu biasanya merupakan reaksi dari aliran lain. Filsafat dan Ilmu yang dikenal di dunia Barat Dewasa ini berasal dari zaman Yunani.

B.  Rumusan Masalah
1.      Bagaimana karakteristik pemikiran bangsa Yunani kuno, tokoh-tokoh yang ada pada masa itu serta pemikiran pemikiran para tokohnya?
2.       Faktor-faktor yang mempengaruhi pemikiran-pemikirn bangsa Yunani Kuno dalam perkembangan filsafat sains pada zaman itu ?

BAB II
PEMBAHASAN
  
A. Sejarah  Singkat Filsafat  Yunani


Masyarakat Yunani yang hidup pada abad ke-6 SM mempunyai sistem kepercayaan yang bersumber dari mitos ataupun cerita cerita kuno. Sehingga pemikiran secara logis tidak berlaku pada masa itu, yang berlaku hanya kebenaran yang bersumber dari mitos saja.
Setelah abad ke-6 SM muncul ahli ahli atau pemikir yang menentang adanya kepercayaan akan mitos-mitos. Mereka menuntut adanya pemecahan misteri mengenai sejarah perkembangan semesta ini dan jawabannya dapat diterima akal. Keadaan itu berkembang dan mulai beralih dari gaya pemikiran atau kepercayaan akan mitos-mitos atau mitologi. Dengan munculnya faham atau pemikiran para ahli tersebut, kemudian banyak bermunculan orang-orang yang mencoba untuk membuat konsep konsep yang berdasarkan akal pikiran yang rasional. Maka denag adanya keadaan tersebut munculah peristiwa ajaib The Greek Miracle yang artinya dapat dijadikan sebagai landasan peradaban dunia.
Periode yunani kuno ini lazim disebut periode filsafat alam. Karena dimasa itu lahir beberapa pemikir ilmu serta hasil pemikirannya yang menjadi acuan bangsa bangsa lain. dimana arah dan perhatian pemikirannya kepada apa yang diamati sekitarnya.mereka membuat pertanyaan-pertanyaan tentang gejala alam yang bersifat filsafati (berdasarkan akal pikir) dan tidak berdasarkan pada mitos.

B. Karakteristik Pemikiran Masa Yunani Kuno



Pada masa Yunani Kuno perkembangan pada bidang ilmu masih terpengaruh dengan mitos-mitos. Dan sama hal nya dengan para ahli, pemikiran mereka masih di dominasi agama alam. yaitu pada masa Thales (640-545 SM), yang menyatakan bahwa esensi segala sesuatu adalah air, belum murni bersifat rasional. Argumen Thales masih dipengaruhi kepercayaan pada mitos Yunani. Demikian juga Phitagoras(572-500 SM) belum murni rasional. Ordonya yang mengharamkan makan biji kacang menunjukkan bahwa ia masih dipengaruhi mitos. Jadi, dapat dikatakan bahwa agama alam bangsa Yunani masih dipengaruhi misteri yang membujuk pengikutnya, sehingga dapat disimpulkan bahwa mitos bangsa Yunani bukanlah agama yang berkualitas tinggi. Secara umum dapat dikatakan, para filosof pra-Socrates berusaha membebaskan diri dari belenggu mitos dan agama asalnya. Sokrates menyumbangkan teknik kebidanan (maieutika tekhne) dalam berfilsafat. Bertolak dari pengalaman konkrit, melalui dialog seseorang diajak Sokrates (sebagai sang bidan) untuk “melahirkan” pengetahuan akan kebenaran yang dikandung dalam batin orang itu. Dengan demikian Sokrates meletakkan dasar bagi pendekatan deduktif. Pemikiran Sokrates dibukukan oleh Plato, muridnya. Hidup pada masa yang sama dengan mereka yang menamakan diri sebagai “sophis” (“yang bijaksana dan berapengetahuan”), Sokrates lebih berminat pada masalah manusia dan tempatnya dalam masyarakat, dan bukan pada kekuatan-kekuatan yang ada dibalik alam raya ini (para dewa-dewi mitologi Yunani). Pada masa Yunani Kuno berkembang pemikiran mengenai mencintai kebenaran/pengetahuan yang merupakan awal proses manusia mau menggunakan daya pikirnya, sehingga dia mampu membedakan mana yang riil mana yang ilusi.
Orang Yunani awalnya sangat percaya npada dongeng-dongeng, mitos maupun takhyul, tetapi lama kelamaan mereka mampu keluar dari pengaruh mitologi dan mendapatkan dasar pengetahuan ilmiah. Karena manusia selalu berhadapan dengan alam yang begitu luas dan penuh misteri, timbul rasa ingin mengetahui rahasia alam itu, sehingga filosof alam berkembang pertama kali. Periode filsafat Yunani merupakan periode sangat penting karena terjadi perubahan pola fikir manusia dari mitosentris menjadi logosentris.Pola pikir mitosentris yaitu pola pikir masyarakat yang sangat mengandalkan mitos untuk menjelaskan fenomena alam. Zaman ini berlangsung dari abad 6 M sampai dengan sekitar abad 6 M. Zaman ini menggunakan sikap ‘’aninquiring attitude (suatu sikap yang senang menyelidiki sesuatu secara kritis)’’, dan tidak menerima pengalaman yang didasarkan pada sikap  ‘’receptve attitude mind (sikap menerima segitu saja)’’. Sehingga pada zaman ini filsafat tumbuh dengan subur. Yunani mencapai puncak kejayaannya atau zaman keemasannya (zaman Hellenisme).

C. Tokoh - Tokoh  Pada Zaman Yunani Kuno

 Dalam perkembangan ilmu pengetahuan tentu ada ahli ahli pencetus yang membawa perubahan tersebut. Tokoh-tokoh berpengaruh yang memiliki peranan penting dalam menciptakan konsep-konsep baru di bidang ilmu pengetahuan. Di sini di jelaskan tokoh tokoh yang berjaya di masa Yunani Kuno dan hasil pemikiran pemikirannya.

1.                THALES

Thales lahir di Miletus pada tahun 625-546 SM.Ia diberi gelar sebagai bapak filsafat ,karena Ia adalah orang yang mula-mula berfilsafat.Gelar itu diberikan kepada Thales ,karena ia mengajukan pertanyaan tentang “Apa sebenarnya bahan alam semesta ini?’ (Mayer,1950 : 18 ) ,padahal pertanyaan ini amatlah mendasar,dari pertanyaan ini saja ia dapat mengangkat namanya menjadi filosof pertama.Thales sebagai salah satu dari tujuh orang yang bijaksana (Seven Wise Men of Greece). Salah satu jasanya yang besar adalah meramal gerhana matahari pada tahun 585 SM.
Hasil pemikiran Thales yang terkenal adalah berpendapat bahwa dasar pertama atau intisari alam ialah air. Thales mengembangkan filsafat alam kosmologi yang mempertanyakan asal mula, sifat dasar dan struktur komposisi daria alam semesta. Sebagai ilmuwan pada masa itu ia mempelajari magnetisme dan listrik yang merupakan pokok soal fisika. Juga mengembangkan astronomi dan matematika dengan mengemukakan pendapat, bahwa bulan bersinar karena memantulkan cahaya matahari. Thales (624-545 SM) dari Melitas, adalah filsuf pertama sebelum masa Socrates. Menurutnya zat utama yang menjadi dasar segala materi adalag air. Pada  masanya, ia menjadi filusuf yang mempertanyakan isi dasar alam.
Di sini dijelaskan pula hasil hasil pemikirannya yang membawa pengaruh dan perubahan yang besar dalam bidang ilmu pengetahuan:
Air sebagai Prinsip Dasar Segala Sesuatu
Thales menyatakan bahwa air adalah prinsip dasar (dalam bahasa Yunani arche) segala sesuatu. Air menjadi pangkal, pokok, dan dasar dari segala-galanya yang ada di alam semesta. Berkat kekuatan dan daya kreatifnya sendiri, tanpa ada sebab-sebab di luar dirinya, air mampu tampil dalam segala bentuk, bersifat mantap, dan tak terbinasakan. Argumentasi Thales terhadap pandangan tersebut adalah bagaimana bahan makanan semua makhluk hidup mengandung air dan bagaimana semua makhluk hidup juga memerlukan air untuk hidup. Selain itu, air adalah zat yang dapat berubah-ubah bentuk (padat, cair, dan gas) tanpa menjadi berkurang. Selain itu, ia juga mengemukakan pandangan bahwa bumi terletak di atas air. Bumi dipandang sebagai bahan yang satu kali keluar dari laut dan kemudian terapung-apung di atasnya.
Pandangan tentang Jiwa
Thales berpendapat bahwa segala sesuatu di jagat raya memiliki jiwa. Jiwa tidak hanya terdapat di dalam benda hidup tetapi juga benda mati. Teori tentang materi yang berjiwa ini disebut hylezoisme. Argumentasi Thales didasarkan pada magnet yang dikatakan memiliki jiwa karena mampu menggerakkan besi.
Teorema Thales
Di dalam geometri, Thales dikenal karena menyumbangkan apa yang disebut teorema Thales, kendati belum tentu seluruhnya merupakan buah pikiran aslinya. Teorema Thales berisi sebagai berikut:
a)      Sebuah lingkaran terbagi dua sama besar oleh diameternya.
b)      Sudut bagian dasar dari sebuah segitiga samakaki adalah sama besar.
c)      Jika ada dua garis lurus bersilangan, maka besar kedua sudut yang saling berlawanan akan sama.
d)     Sudut yang terdapat di dalam setengah lingkaran adalah sudut siku-siku.
e)      Sebuah segitiga terbentuk bila bagian dasarnya serta sudut-sudut yang bersinggungan dengan bagian dasar tersebut telah ditentukan.

2.      PYTHAGORAS

Pythagoras (582 SM–496 SM) , ia dilahirkan di pulau Samos, Lonia adalah seorang filusuf yang juga seorang ahli ukur namun lebih dikenal dengan penemuannya tentang ilmu ukur dan aritmatik. Beliau juga di kenal sebagai ‘’ Bapak Bilangan’’, dan salah satu peninggalan Pythagoras yang terkenal adalah ’Teorema Pythagoras‘’. Selain itu, dalam ilmu ukur dan aritmatika ia berhasil menyumbang teori tentang bilangan, pembentukan benda, dan menemukan antara nada dengan panjang dawai.
 Selain sebagai penggagas filsafat bilangan, Pythagoras juga dikenal baik sebagai penemu hukum geometri atau teorema yang berguna untuk menentukan panjang sisi miring dalam segitiga. Panjang sisi miring (hipotenusa) pada segitiga siku-siku menurut teorema Pythagoras ditentukan oleh perhitungan akar dari penjumlahan hasil kuadrat dari kedua sisi yang lain. Teorema yang sederhana ini berlaku umum dan menjadi dasar perkembangan geometri Non-Euclid. Teorema Pythagoras ini juga menjadi inspirasi awal baik bagi Einstein dalam menyusun teori relativitas umum maupun bagi seluruh fisika modern yang mencoba menyusun teori terpadu melalui manifestasi ruang-waktu geometri. Pemikiran Pythagoras lainnya yang tidak bisa dilupakan adalah gagasan mengenai jagat raya bersifat harmoni (cosmos} atau tidak kacau (chaos}. Dalam hal keharmonisan alam, mazhab Pythagorean merujuk pada teorinya bahwa keharmonisan alam memiliki kesesuaian dengan harmoni pada musik. Menurut Pythagoras, harmoni suara musik ditentukan oleh pengaturan interval dari panjang pendeknya senar. Konsep keharmonisan suara ,musik ini kemudian dijadikan prinsip umum untuk menjelaskan gagasan tentang keharmonisan jagat raya dan semua gerakan planet menyuarakan suara harmoni yang mewakili perbedaan notasi musik. Teori ini kemudian disebut Harmony Of The Spheres.

3.      SOCRATES

Socrates  (470 SM -399 SM) adalah filsuf dari Athena. Dalam sejarah umat manusia, Socrates merupan contoh istemewa selaku filsuf yang jujur dan berani. Socrates menciptakan metode ilmu kebidanan yang dikenal dengan ‘’Maicutika Telenhe ‘’, yaitu suatu metode dialektiva untuk  melahirkan kebenaran.
Menurut Plato dan Aristoteles, ia adalah orang pertama yang memperkenalkan cara berpikir induktif dan membuat definisi universal. Cara berpikir ini kemudian dikenal sebagai metode Sokrates. Ia juga orang pertama di dunia yang mengemukakan bahwa di dalam diri manusia terdapat jiwa/ rohani. Ia menyadari bahwa jiwa jauh lebih penting daripada tubuh fisik dan jiwa tidak akan mati. Karena penemuannya inilah, banyak orang menganggapnya sebagai bapak psikologi rasional. Ia juga menemukan bahwa Tuhan hanya satu dan memiliki kekuasaan terhadap segala sesuatu. Ia menemukan hal ini melalui pemikirannya sendiri, bukan dari Al-quran dan Injil.

4.       DEMOCRITUS (460-370 SM)

Ia lahir di kota Abdera di pesisir Thrake di Yunani Utara. Democristus dikenal sebagai Bapak Atom karena jasanya yang telah memperkenalkan konsep atom. Akibat dari pemikirannya itu mengenai atom maka lahirlah lima sifat yang terkandung pemikiran beliau yaitu:
a.       Konsep materialistis-monistik yaitu atom merupakan sekedar materi yang tidak didampingi apapun karena disekelilingnya hampa.
b.      Konsep dinamika perkembangan yaitusegala sesuatu selalu berada dalam keadaan bergerak sehingga berlaku prinsip dinamika.
c.       Konsep murni alamiah yaitu pergerakan atom itu bersifat intrinsic, primer, tanpa sebab, dan tidak dipengaruh oleh sesuatu diluar dirinya.
Pemikirannya yang lain ialah  realitas bukanlah satu, tetapi terdiri dari banyak unsur dan jumlahnya tak terhingga. Unsur-unsur tersebut merupakan bagian materi yang sangat tidak dapt dibagi-bagi lagi. Unsur tersebut dikatakan sebagai atom yang berasal dari satu dari yang lain karena ini tidak dijadikan dan tidak dapat dimusnahkan, tidak berubah dan tidak berkualitas.

5.      ARISTOTELES

Aristoteles lahir di Stagira, kota di wilayah Chalcidice, Thracia, Yunani (dahulunya termasuk wilayah Makedonia tengah) tahun 384 SM. Ayahnya adalah tabib pribadi Raja Amyntas dari Makedonia. Pada usia 17 tahun, Aristoteles menjadi murid Plato. Belakangan ia meningkat menjadi guru di Akademi Plato di Athena selama 20 tahun. Aristoteles meninggalkan akademi tersebut setelah Plato meninggal, dan menjadi guru bagi Alexander dari Makedonia,  Saat Alexander berkuasa di tahun 336 SM, ia kembali ke Athena. Dengan dukungan dan bantuan dari Alexander, ia kemudian mendirikan akademinya sendiri yang diberi nama Lyceum, yang dipimpinnya sampai tahun 323 SM. Di bidang ilmu alam, ia merupakan orang pertama yang mengumpulkan dan mengklasifikasikan spesies-spesies biologi secara sistematis.  Karyanya ini menggambarkan kecenderungannya akan analisis kritis, dan pencarian terhadap hukum alam dan keseimbangan pada alam. Di bidang politik, Aristoteles percaya bahwa bentuk politik yang ideal adalah gabungan dari bentuk demokrasi dan monarki. Di bidang seni, Aristoteles memuat pandangannya tentang keindahan dalam buku Poetike. Aristoteles sangat menekankan empirisme untuk menekankan pengetahuan. Ia mengatakan bahwa pengetahuan dibangun atas dasar pengamatan dan penglihatan.
Tiga bidang ajaran Aristoteles yaitu sebagai berikut:
a.       Metafisika
Metafisika adalah studi tentang being as being (ada sebagai ada). Dimana yang dimaksud being ialah mencakup segala sesuatu, dan didalam ilmu pengetahuan mempelajari sesuatu hal yang memiliki karakteristik tertentu.
b.      Logika
Logika Aristoteles didasarkan atas syllogisme (susunan pikir) yang terdiri atas tiga pernyataan yaitu: Premis mayor yaitu pernyataan pertama yang mengemukakan hal umum yang telah diakui kebenarannya, Premis minor yaitu pernyataan kedua yang bersifat khusus dan lebih kecil lingkupnya daripada premis mayor, dan Konklusi yaitu kesimpulan yang ditarik berdasarkan kedua premis tersebut yaitu premis mayor dan minor.
c.       Biologi
Dalam bidang ini, Aristoteles melakukan observasi terhadap telur ayam sampai terbentuknya kepala ayam dan melakukan pemeriksaan anatomi badan hewan dimana yang menjadi prioritas ialah aspek observasi sebagai suatu sarana untuk membuktikan kebenaran sesuatu hal terutama dalam ilmu empiric.

6.      PLATO      

Plato (427 SM- 347SM), ia adalah murid Socrates dan guru dari Aristoteles, filsuf yang pertama kali membangkitkan persoalan being (hal ada) dan mempertentangkan dengan becoming( hal menjadi). Dimana tujuannya ialah sebagai cara untuk mencari dasar kebenaran pengetahuan, dan disamping itu beliau juga disebut sebagai seorang eksponen rasionalisme dan eksponen idealism. lahir sekitar 427 SM - meninggal sekitar 347 SM adalah seorang filsuf dan matematikawan Yunani, penulis philosophical dialogues dan pendiri dari Akademi Platonik di Athena, sekolah tingkat tinggi pertama di dunia barat. Ia adalah murid Socrates. Pemikiran Plato pun banyak dipengaruhi oleh Socrates. Plato adalah guru dari Aristoteles. Karyanya yang paling terkenal ialah Republik (dalam bahasa Yunani Πολιτεία atau Politeia, "negeri") yang di dalamnya berisi uraian garis besar pandangannya pada keadaan "ideal".Dia juga menulis 'Hukum' dan banyak dialog di mana Socrates adalah peserta utama. Salah satu perumpamaan Plato yang termasyhur adalah perumpaan tentang orang di gua.  Cicero mengatakan Plato scribend est mortuus (Plato meninggal ketika sedang menulis).
Ada tiga pokok pemikiran Plato, yang merupakan gelombang saling susul – menyusul, yang dikatakan bahwa yang dibelakang lebih besar dari pada yang telah mendahuluinya. Teori ini disebut sebagai gelombang, karena kebanyakan dari teori Plato telah mengguncang “kebenaran” yang sudah umum dan bertentangan dengan tradisi dan kebiasaan yang sudah ada. Diataranya adalah
a.       Gelombang Pertama (the first wave)
Gelombang pertama adalah laki – laki dan perempuan mempunyai kedudukan yang sama, terutama dalam pendidikan dan pekerjaan. Pemikiran yang seperti ini, yang bertolak belakang dengan kenyataan pada masa itu, bahwa laki-laki dan perempuan harus dibedakan. Palto mengatakan :  . . . both woman and man my have the same nature fit for guarding the city . . .” (. . . wanita dan pria memiliki sifat – sifat dasar yang sama, yang pantas untuk menjaga negara . . .).
b.      Gelombang kedua (the second wave)
Gelombang kedua adalah pernyataan Plato untuk menghapuskan perkawinan dan keluarga untuk membentuk suatu negara besar, yaitu negara, sehingga semua orang bersaudara di dalam negara. Sebagaimana dalam karyanya Republic :. . . you are all brothers in the city...”(. . . di dalam negara kamu semua bersaudara). Maksud dan tujuannya adalah untuk meningkatkan loyalitas suatu negara, agar setiap manusia tidak direpotkan oleh keluarganya masing – masing. Karena yang diinginkan Plato adalah membentuk suatu negara besar yang bersatu dan terpelihara tali persaudaraan.
c.       Gelombang ketiga (the third wave)
Gelombang yang ketiga adalah kekuasaan politik negara lebih baik dipegang oleh para filsuf, agar kecerdasan ilmu pengetahuan yang tinggi dapat dipegang oleh para cendekiawan, sehingga tingkat kearifan sejati dapat memimpin negara.
Pokok tinjauan filosofi plato ialah mencari pengetahuan tentang pengetahuan. Ia bertolak dari ajaran gurunya sokrates yang mengatakan “budi ialah tahu”. Budi yang berdasarkan pengetahuan menghendaki suatu ajaran tentang pengetahuan sebagai dasar filosofi.

7.      PARMANIDES

Parmanides yang lahir pada kira2 tahun 450 SM . Parmanides adalah salah seorang tokoh relatifisme yang penting , ia dikatakan sebagai logikawan pertama dalam sejarah filsafat, bahkan apa disebut filosof pertama dalam pengertian modern . Sistemnya secara keseluruhan pada deduksi logis . Parmanides dalam menggunakan metode intuisi. Ia sangat dihargai oleh filosof-filosof lainnya. Karena plato amat menghargai metode parmanides itu , dan Plato lebih banyak mengambil dari Parmanides dibandingkan dengan filosof lain pendahulunya. Dalam the way of truth parmanides bertanya : apa setandar kebenaran ,dan apa ukuran realitas ? Bagaimana itu dapat di pahami ? Dan ia mendapat jawaban ukuranya adalah logika yang konsisten., dalam contoh berikut ada tiga cara berfikir tentang tuhan :
a.       Ada
b.      tidak ada
c.       ada dan tidak ada
Tetapi yang benar itu ada:
a.       Tidak mungkin meyakini yang tidak ada
b.      Sebagian ada karena yang tidak ada pastilah tidak ada
c.       Tidak mungkin tuhan itu ada dan sekaligus tidak ada,
Jadi benar tidaknya suatu pendapat diukur dengan logika,disinilah masalah muncul bentuk extrim perntyataan itu ialah bahwa ukuran kebenaran adalah akal manusia 

8.      HERACLITOS

Heraclitos lahir di Epesus, sebuah kota perantauan di Asia Kecil dan merupakan kawan dari Pythagoras dan Xenophanes, akan tetapi ia lebih tua. Ia mendapat julukan si gelap karena untuk menulusuri gerak pemikirannya sangat sulit. Hanya dengan melihat fragmen-fragmennya , ia mempunyai kesan hati yang tinggi dan sombong , sehingga ia mudah mencela kebanyakan manusia untuk mengatakan jahat dan bodoh, juga mencela orang –orang yang terkemuka di Yunani.
Pemikiran filsafatnya terkenal dengan filsafat menjdai. Ia mengemukakan bahwa segala sesuatu (yang ada itu) sedang menjadi dan selalu berubah. Sehingga ucapannya yang terkenal : Panta rhei kai uden menci yang artinya segala sesuatunya mengalir bagaikan arus sungai dan tudak satu orangpun yang dapat masuk ke sungai dua kali. Alsannya, karena air sungai yang pertama telah mengalir , berganti dengan air yan berada di belakanganya. Demikian juga dengan segala yang ada, tidak ada yang tetap, semuanya berubah. Akhirnya dikatakan bahwa hakikat dari segala sesuatu adalah menjadi, maka filsafatnya dikatakan filsafat menjadi.
Menurut Heraclitos alam semesta ini selalu dalam keadaan berubah , sesuatu yang dingin berubah menjadi panas, yang panas berubah menjadi dingin. Itu berarti kita hendak memahami kehidupan kosmos, kita meati menyadari bahwa kehidupan kosmos itu dinamis. Kosmos itu tidak pernah berhenti (diam), ia selalu bergerak, dan bergerak berarti berubah. Gerak itu menghasilkan perlawanan-perlawanan . itulah sebabnya ia sampai pada kongkulasi bahwa yang mendasar dalam alam  semesta ini bukanlah baha (stuff)-nya seperti yang dipertanyakan oleh para filosof yang pertama itu, melainkan prosesnya (Warner, 1961:28). Penyataan “semua mengalir” berarti semua berubah bukanlah pernayatan yang sederhana. Implikasi pernyataan tersebut amat hebat. Dan tu mengandung pengertian bahwa kebenaran selalu berubah, tidak tetap. Pengertian adil pada hari ini  belum tentu masih benar besok. Hari ini 2 x 2 = 4 namun besok dapat juga bukan empat.  Pandangan ini merupakan warna dasar flsafat sofisme. Menurut pendapatnya, di alam arche terkandung sesuatu yang hidup (seperti roh ) yang disebut sebagai logos ( akal atau semacam wahyu) . logos inilah yang menguasai sekaligus mengendalikan keberadaan segala sesuatu. Hidup manusia akan selamat sesuai dengan logos.


9.      GORGIAS

Pada tahun 427 SM Gogias datang dari Leontini ke Athena.Beliau mengemukakan tiga proposisi,yaitu. Tidak ada yang ada,yakni realitas itu sebenarnya tidak ada.Sedangkan Zeno pernah menyimpulkan bahwa hasil pemikiran itu selalu tiba pada paradoks.Dan sesungguhnya realitas itu tunggal dan banyak,terbatas dan tidak terbatas,dicipta dan tak dicipta.Karena kontradiksi tidak dapat diterima ( rumus ketiga parmanides = ada dan tidak ada ),maka menurut Gorgias,pemikiran lebih baik tidak menyatakan apa-apa tentang realitas.
Bila sesuatu itu ada,ia tidak akan dapat diketahui.Ini disebabkan oleh penginderaan itu tidak dapat dipercaya,penginderaan itu sumber ilusi.Akal menurut Gorgias,tidak juga mampu meyakinkan kita tentang bahan alam semesta ini,karena kita telah dikungkum oleh dilema subyektif.
Sekalipun realitas itu dapat kita ketahui,ia tidak akan dapat kita beritahukan kepada orang lain.Itu menunjukkan kurangnya bahasa untuk mengkomunikasikan pengetahuan kita.Semantik modern mengatakan bahwa kata-kata tidak mempunyai pengertian absolut,kata-kata hanya mempunyai pengertian yang relative.
Dalam penggambaran Plato pada Thrasymachus dalam republic sebagai prototype maciavelli.Ia mengatakan bahwa keadilan dapat ditegakkan apabila ada yang mendukungnya,yaitu kekuatan.Ia tidak menganut prinsip moral yang absolute,moral itu hasil konvensi.Tokoh-tokoh itu pemerintahan yang cerdas dalam mengetahui antara baik dan buruk,kemudian masyarakat mengikutinya.
Antiphon menganggap Tuhan itu harus diperoleh dengan menggunakan rasio,ia beranggapan kemajuan hanya dapat diraih dengan jalan memajukan pendidikan,bukan melalui agama. Pemikiran Gorgias dalam bidang pengetahuan:
a.       Tentang Pengetahuan
Di dalam karya "Tentang yang Tidak Ada atau tentang Alam", Gorgias menyatakan pandangannya tentang ketidakmungkinan manusia mengetahui sesuatu. Ada tiga tesis yang menjadi dasar argumentasinya:
1)      Tidak ada sesuatupun. Jikalau sesuatu itu ada, maka sesuatu itu tidak dapat dikenal.
2)      Seandainya sesuatu itu ada dan dapat dikenal, sesuatu itu tidak dapat dikomunikasikan dengan orang lain.
Apa yang dimaksudkan oleh Gorgias di sini bukanlah suatu skeptisisme ataupun nihilisme. Ia menggunakan metode berargumentasi Mazhab Elea, khususnya Zeno dan Melissos, untuk memperlihatkan bahwa cara berargumentasi mereka dapat diteruskan hingga menjadi mustahil.
b.      Retorika
Setelah Gorgias mengarang karya "Tentang yang Tidak Ada atau tentang Alam", ia meninggalkan filsafat dan menekuni retorika. Menurut Gorgias, ia tidak mengajarkan suatu nilai tertentu. Setiap manusia memiliki pandangan tentang nilai secara berbeda. Misalnya, apa yang dianggap bernilai oleh laki-laki, dapat dianggap tidak bernilai bagi perempuan. Karena itu, amatlah penting bagi seorang orator untuk dapat meyakinkan orang lain tentang suatu hal, sehingga orang lain mengikuti pendapat orator tersebut. Inilah kekuatan terbesar yang dapat dimiliki manusia. Dengan demikian, retorika adalah seni untuk meyakinkan orang lain. Hal itu ditunjang dengan gaya bahasa tertentu, serta pentingnya mengemukakan alasan-alasan yang tidak hanya menyentuh akal budi, tetapi juga hati pendengarnya. Sebagai contoh keberhasilan retorika, ia memakai tokoh Helen yang berhasil dipersuasi untuk meninggalkan Menelaus dan ikut dengan Jason.
 
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Kelahiran pemikiran tentang Filsafat diawali pada abad ke-6 sebelum Masehi, yang diawali oleh runtuhnya keyakinan tentang mitos-mitos dan dongeng-dongeng yang selama ini menjadi dasar dari konsep pemikiran bangsa Yunani Kuno.  Orang Yunani yang hidup pada abad ke-6 SM mempunyai kepercayaan bahwa segala hal harus bersumber pada mitos atau dongeng-dongeng. Dalam sejarah filsafat biasanya filsafat yunani dimajukan sebagai pangkal sejarah filsafat barat, karena dunia barat dalam alam pikirannya berpangkal kepada pemikiran yunani.
Orang Yunani yang awalnya sangat percaya npada dongeng-dongeng, mitos maupun takhyul, tetapi lama kelamaan mereka mampu keluar dari pengaruh mitologi dan mendapatkan dasar pengetahuan ilmiah. Karena pada perkembangannya bermunculan tokoh tokoh filsafat yang mencoba untuk melakukan pembuktain-pembuktian tentang gejala alam berdasarkan logika bukan berdasar pada mitos tertentu.